Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Kisah Seorang Anak "Karim"

smail-Ismail' Jaman Ini…Oleh Muhaimin Iqbal Minggu, 06 November 2011 03:57

(satu lagi kisah2 inspiratif yg mampu membuat saya menitikan air mata di pagi ini)


Di tengah konflik perang saudara Somalia, seorang ibu muda yang trauma karena suaminya menjadi korban keganasan perang memutuskan untuk mengungsi dari negerinya dan membawa serta tiga orang putranya. Ibu muda yang cukup terpelajar dan mampu dengan baik berbahasa Inggris ini akhirnya dapat tinggal dan bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Inggris. Ketika si sulung – panggil saja Karim - sudah mulai beranjak dewasa, dia ingin meringankan beban berat yang ditanggung ibunya dengan cara bekerja sebagai tukar semir sepatu di sebuah stasiun kereta bawah tanah di pusat kota London.

Cantik Bukan Segalanya

Suatu ketika, seorang pemuda sekaligus pengusaha sukses mengadakan "Kompetisi" untuk mencari calon istri. Tidak ada satupun wanita yang berani untuk mencalonkan diri. Mereka merasa rendah dan . tidak pantas untuk mengikuti “kompetisi” tersebut. Namun ada tiga wanita yang memberanikan diri untuk mengikuti “kommpetisi” tersebut. Mereka mempunya kelebihan masing-masing. Umur mereka semua sama.

Pemuda sekaligus pengusaha sukses (P) a Tampan, sangat kaya (melebihi para wanita), cerdas

Wanita pertama (a) Sangat cantik, lumayan mapan namun bodoh

Sebuah Profesi

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah setengah baya. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh…saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore untuk menengok anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. ”Wouw… hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Hanya dengan 10 Ribu Rupiah



Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"